daun bidara

Nama produk
DAUN BIDARA (SIDR) (Ziziphus Mauritiana Lam)
Kemasan
Isi
Jumlah
Harga
Keterangan
Plastik
1000 gr
1
Rp. 100.000
Kering
Aluminium Foil
1000 gr
1
Rp. 150.000
Powder
Botol
200 Kaps
1
Rp. 160.000
Kapsul
Keterangan
Harga belum termaksud biaya kirim
Pemesanan hubungi
Keila
telphone sms
0822 1042 2034
Whatsapp
0852 2800 1922
Black Berry Messenger
D05C5FDB

Daun bidara sejak dikenal karena keampuhannya sebagai pelengkap terapi terhadap gangguan jin dan ilmu sihir. Selain sebagai media pengobatan sihir dan gangguan jin, daun bidara pun dikenal sebagai herbal terutama bagi masalah-masalah kesehatan terkait kulit. Buah bidara atau widara pun bisa dikonsumsi langsung ataupun diolah terlebih dahulu.

Bidara adalah nama tumbuhan berperawakan pohon atau perdu menyemak dari famili Rhamnaceae. Nama latin tanaman ini adalah Ziziphus mauritiana Lam. yang mempunyai beberapa nama sinonim diantaranya : Paliurus mairei H. Lév., Rhamnus jujuba L., Ziziphus jujuba (L.) Gaertn., Ziziphus muratiana Maire, Ziziphus orthacantha DC., dan Ziziphus rotunda DC.

Di Indonesia, bidara dikenal dengan beberapa penyebutan yang berbeda di setiap daerah. Penyebutannya seperti widara, widoro, dara, atau doro (Jawa); widara (Sunda); bukol (Madura); bĕkul (Bali); ko (Sawu); kok (Rote); kom atau kon (Timor); bĕdara (Alor); bidara (Makassar, Bugis); rangga (Bima); serta kalangga (Sumba). Sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Indian cherry, Chinee Apple, Jujube, Indian plum, atau Masau.

Sebagaimana tuntunan Nabi SAW, ruqyah adalah metode pengobatan yang di anjurkan bila kita mengalami ganguan penyakit non medis.

Pohon bidara terdapat dalam Al-Quran di banyak tempat, di antaranya
  • Dalam Surat An-Najm yang menceritakan kisah Miroj nya Nabi shollallohu alaihi wa sallam, beliau melihat Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya dimana Jibril mempunyai 600 sayap.

Alloh azza wa jalla berfirman:

( أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى * وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى * عِندَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى * عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى * إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى * مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى * لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى )

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.  (yaitu) di Sidratil Muntaha . Di dekatnya ada syurga tempat tinggal, . (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya(muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.  (QS. An-Najm : 13-15)

Imam Al-Bukhori dan Muslim telah meriwayatkan dari hadits Anas rodhiyallohu anhu dari Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam dalam kisah Isro dan Miroj, Beliau bersabda: kemudian Jibril membawaku sampai di Sidrotul Muntaha, yang sedang diliputi sesuatu yang saya tidak mengetahuinya. Dia berkata : kemudian memasuki surga dan melihat didalamnya kubah-kubah yang terbuat dari mutiara dan tanahnya kasturi.

Dalam riwayat lainnya : Diperlihatkan kepadaku Sidrotul Muntaha, buahnya seperti tempayan besar, daunnya seperti telinga gajah, dan di pangkalnya ada 4 sungai: dua sungai bathin, dua sungai dhohir, maka aku bertanya kepada Jibril, maka dia menjawab : adapun dua sungai yang bathin di surga dan dua sungai yang dhohir adalah sungai Nil dan sungai Eufrat.

  • Dalam Surat Al-Waqi’ah tentang kelompok kanan dari penghuni surga berada di bawah pohon bidara yang tidak berduri. Allah azza wa jalla berfirman:

    ( وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ * فِي سِدْرٍ مَّخْضُودٍ * وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ * وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ * وَمَاء مَّسْكُوبٍ * وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ )

    Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas,dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, QS. al-Waqiah (56) : 27-32
    Dalam tafsir disebutkan pohon bidara yang dimaksud adalah yang telah dihilangkan durinya ataupun  buahnya yang lebat, demikian pendapat Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma.

    Berkata Ibnu Katsir rohimahulloh setelah menukil beberapa pendapat (tentang pohon bidara dalam ayat tersebut): Dhohirnya yang dimaksud adalah pohon bidara di dunia banyak durinya dan sedikit buahnya, adapun di akhirat kebalikannya, tidak ada durinya dan buahnya banyak.

  • Dalam Surat Saba ketika mengabarkan tentang kisah  Negeri Saba

  • Alloh subhanahu wa taalla berfirman:
    ( فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ )
    Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Bidara (QS. Saba :16)

Berikut ini beberapa khasiat atau manfaat daun bidara:

Daun Bidara Dan Memandikan Jenazah
Ummu Athiyyah Rodhiyallohu Anha berkata, Nabi Shollallohu Alaihi Wa sallam pernah menemui kami sedangkan kami kala itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lalu Beliau bersabda: Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau lebih dari itu. Jika kalian memandang perlu, maka pergunakan air dan daun bidara. (Ummu Athiyyah berkata, Dengan ganjil? Beliau bersabda, Ya.) dan buatlah di akhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya.

(H.R. al Bukhori 3/99-104, Muslim 3/47-48, Abu Dawud 2/60-61, an Nasa-i 1/266-267, at Tirmidzi 2/130-131, Ibnu Majah 1/445, Ibnul Jarud 258-259, Ahmad 5/84-85, 4076-4078, Syaikh al Albani – Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah hal 130-131).

Daun Bidara dan Wanita Haidh
Aisyah secara marfu, Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya. Aisyah berkata, Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah. (H.R. Muslim no. 332 dari Aisyah).

Daun Bidara dan Ruqyah
Ulama Wahab bin Munabih menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (Boleh juga dibacakan ayat-ayat al-Qur’an lainnya) Lalu dipergunakan untuk mandi atau diminum. (lihat Mushannaf Mamar bin Rasyid 11/13).

Menumbuk tujuh helai daun pohon Sidr (daun bidara) hijau di antara dua batu atau sejenisnya, lalu menyiramkan air ke atasnya sebanyak jumlah air yang cukup untuk mandi dan dibacakan di dalamnya ayat-ayat al Qur-an.

Setelah membacakan ayat-ayat tersebut pada air yang sudah disiapkan tersebut, hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang.

Dan jika perlu, hal itu boleh diulang dua kali atau lebih, sehingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktekkan, dan dengan izin_Nya, Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami yang tidak bisa berhubungan badan karena terkena sihir.

Daun bidara untuk makanan atau minuman
Buah bidara dari kultivar unggul dapat dimakan dalam keadaan segar, atau diperas menjadi minuman penyegar, juga dikeringawetkan, atau dibuat manisan. Di Asia Tenggara, buah yang belum matang dimakan bergaram. Pernah dilaporkan bahwa buah bidara juga direbus dan menghasilkan sirup.

Kulit kayu dan buahnya menghasilkan bahan pewarna. Kayunya berwarna kemerahan, bertekstur halus, keras, dan tahan lama, dan digunakan sebagai kayu bubut, alat rumah tangga, dan alat-alat lain. Buah, biji, daun, kulit kayu, dan akarnya berkhasiat obat, terutama untuk membantu pencernaan dan sebagai tapal untuk luka.

Di Jawa, misalnya, kulit kayunya digunakan untuk menyembuhkan gangguan pencernaan, sedangkan di Malaysia bubur kulit kayunya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit perut.

Cara mendapatkan daun bidara
Setelah mengetahui misteri dan khasiat daun bidara, kami informasikan bahwa mulai saat ini centeralhealth.com sudah menyediakan daun bidara kering maupun serbuk daun bidara.

Serbuk daun pohon bidara di ambil dari daun pohon bidara, insya Allah bermanfaat untuk membantu mengatasi berbagai macam penyakit ganguan Jin seperti : Santet, guna-guna,  pelet, teluh, guna-guna, sihir dan lain-lain.

Serbuk daun bidara sangat cocok untuk ruqyah
Serbuk daun bidara siap digunakan untuk membantu pengobatan therapi ruqyah. Serbuk extrak bidara ini cara penggunaannya adalah digunakan untuk mandi.

Informasi dan Cara Pemesanan Produk

Cara Pemesanan Produk:

  1. Anda dapat memesan Produk dengan memilih dan mengirimkan pesanan Anda melalui E-mail, Telpon, SMS, BBM, Whats App, dan atau via Yahoo! Messenger sesuai dengan syarat dan ketentuan.
  2. Format order via SMS / Whats App / BBM : Nama Lengkap / Detail Order / Alamat / Email / Telp / Bank.

Contact Us:

  • Telp:
    (Tsel) 0822 1042 2034
  • SMS:
    (Tsel) 0822 1042 2034
  • Whats App:
    0852 2800 1922
  • BBM:
    D05C5FDB
  • E-mail: centeral.health@yahoo.com

Biaya Pengiriman:

  1. Biaya pengiriman di tanggung oleh pembeli. Oleh karena itu, Anda dapat menentukan jasa pengiriman yang Anda inginkan.
  2. Untuk mengetahui jumlah biaya pengiriman, Anda dapat menghubungi kami. Atau Anda dapat menanyakannya langsung ke jasa pengiriman yang Anda inginkan.

Cara Pembayaran:

  1. Segera lakukan transfer untuk pembayaran harga dan biaya pengiriman melalui salah satu rekening bank kami yang tersedia di centeralhealth.com
  2. Setelah Anda melakukan transfer pembayaran harga dan biaya kirim, segera lakukan konfirmasi pembayaran sesegera mungkin kepada kami.

Pengiriman Produk:

  1. Kami akan melakukan pengiriman produk pesanan Anda, setelah Anda melakukan transfer pembayaran harga dan biaya kirim ke salah satu rekening bank kami.
  2. Order Anda kami kirim ke alamat yang Anda berikan selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah adanya konfirmasi pembayaran harga dan biaya pengiriman.

Pembatalan Pesanan:

Apabila dalam jangka waktu 2 (dua) hari kerja sejak tanggal order pembelian belum dilakukan pembayaran atau tidak terdapat konfirmasi pembayaran oleh Pembeli ke centeralhealth.com, order akan kami batalkan.

 

About Us

Centeralhealth.com adalah pusat belanja online yang aman dan terpercaya yang berbasis di Djogjakarta, Indonesia.

Kami hadir untuk memudahkan memperoleh kebutuhan belanja tanpa harus mengganggu waktu sibuk Anda. Bahkan, Anda dapat melakukan order kepada kami walau masih berada di ruang tidur sekalipun.

Kami menawarkan berbagai macam kebutuhan, mulai dari herbal, minyak astiri, hinga produk-produk kesehatan dan kecantikan yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Kami menyediakan produk berkualitas setiap harinya, promo potongan harga dan promo spesial lainnya untuk memuaskan kebutuhan belanja online Anda.

We Accep

bank mandiribank bcawestern union

Konfirmasi Pembayaran

Jangan lupa untuk melakukan konfirmasi pembayaran setelah melakukan transfer pembayaran harga dan biaya pengiriman. Karena, kami tidak dapat mengirim order Anda tanpa adanya konfirmasi.

Order Anda kami kirim ke alamat yang Aanda berikan selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah adanya konfirmasi pembayaran harga dan biaya pengiriman. Cara Pemesanan ProdukPrivacy PolicyTerms Of ServicesContact Us